Layanan Pasti Perjalanan Anda

Hukum Shalat di atas pesawat

Kategori : Berita dan Informasi, Ditulis pada : 03 Juli 2026, 15:44:59

181525.pngHukum shalat di atas pesawat adalah WAJIB.

Selama masih berakal, baligh, dan dalam waktu sholat, shalat 5 waktu nggak gugur cuma karena lagi di udara.

Tapi... Allah Maha Pemaham. Makanya ada banyak keringanan/rukhsah khusus buat musafir.

📌 RINCIAN HUKUMNYA

1. Hukum Asalnya : WAJIB Dikerjakan Tepat Waktu

Dalilnya jelas :

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”_ [QS. An-Nisa: 103] 

Jadi nggak ada istilah "nanti aja di darat". Kecuali ada uzur syar’i.

2. Keringanan Yang Diberikan Saat di Pesawat

Keringanan Penjelasan Dalil : 

**1. Shalat Sesuai Kemampuan** Nggak bisa berdiri? Duduk. Nggak bisa sujud? Isyarat. Nggak bisa ke kiblat? Semampunya. "Bertakwalah kepada Allah semampu kalian" [QS. At-Taghabun: 16]

**2. Jamak & Qashar** Kalo safar ≥90km: Dzuhur+Ashar, Maghrib+Isya boleh digabung. Dzuhur/Ashar/Isya cukup 2 rakaat. Nabi SAW jamak qashar saat safar [HR. Bukhari]

**3. Shalat di Kendaraan** Boleh shalat di atas kendaraan menghadap arah kendaraan. Nabi shalat sunnah di atas unta [HR. Bukhari]

**4. Tayamum** Kalo nggak bisa wudhu karena sempit/air terbatas, tayamum sah. [QS. Al-Maidah: 6]

3. Urutan Prioritas Kalo di Pesawat

Ini yang ulama sepakati :

1. *Level 1 - Paling Afdhal* Shalat di bandara sebelum terbang, atau setelah mendarat tepat waktu. 

2. *Level 2:* Shalat di pesawat dengan berdiri, ruku, sujud. Arah kiblat semampunya. 

3. *Level 3:* Shalat duduk di kursi pakai isyarat. Ruku nunduk dikit, sujud nunduk lebih dalam. 

4. *Level 4 - Darurat:* Shalat lihurmatil wakti = shalat seadanya di dalam waktu, nanti diqadha. Atau dijamak setelah mendarat.

*Catatan Penting:* Shalat di lorong pesawat = MAKRUH, bahkan HARAM kalo ganggu dan membahayakan. Karena hadis: _"Janganlah kamu membahayakan diri sendiri dan orang lain"_. Shalat di kursi aja.

4. Kapan Boleh Ditunda/Qadha?

Cuma 2 kondisi: 

1. *Pingsan/Tidur tidak sengaja* sampai kelewat waktu. Bangun langsung qadha. 

2. *Turbulensi ekstrem / bahaya nyawa* → Shalat lihurmatil wakti, qadha nanti.

Takut ketinggalan shalat ≠ uzur. Makanya wajib atur jadwal/jamak dari awal.

*KESIMPULAN* 

*Hukumnya: WAJIB, tapi caranya FLEKSIBEL.* 

Islam nggak nyusahin. Shalatlah sebisa kamu di pesawat. Kalo nggak bisa sempurna, Allah terima usaha kamu.

"Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu"_ [QS. Al-Baqarah: 185]

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id