Kenapa 10 Muharram disebut Lebaran Anak Yatim
Kenapa 10 Muharram Disebut Lebaran Anak Yatim?
Ini Sejarah, Dalil & Maknanya
Tiap tanggal 10 Muharram tiba, media sosial & masjid-masjid pasti rame. Ada yang bagi-bagi santunan, masak bubur, sampai anak yatim pakai baju baru. Sampai-sampai masyarakat menjulukinya “Lebaran Anak Yatim”.
Tapi benarkah ada lebaran di bulan Muharram? Apa dalilnya? Yuk kita bedah tuntas.
1. "Lebaran" Anak Yatim Itu Istilah, Bukan Hari Raya
10 Muharram = Hari Asyura. Statusnya hari yang dimuliakan, bukan hari raya wajib seperti Idul Fitri atau Idul Adha.
Lalu kenapa disebut “lebaran”?
Karena suasananya mirip lebaran: rame, berbagi, dan anak-anak yatim dibuat bahagia. Mereka dapat uang jajan, baju baru, makan enak, dan perhatian dari banyak orang. Istilah ini muncul sebagai bentuk pengingat: _“Ini hari spesial buat anak yatim”_.
Jadi ini kiasan, bukan syariat baru.
2. Apa Dalilnya Memuliakan Anak Yatim di Hari Asyura?
Dalil utamanya ada 2
Pertama, Dalil Umum Sayang Anak Yatim
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim, kedudukannya di surga seperti ini”_ Beliau merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya. [HR. Bukhari No. 5304]
Ini dalil umum. Artinya, memuliakan anak yatim kapanpun pahalanya setinggi itu.
Kedua, Kekhususan Hari Asyura
10 Muharram adalah hari paling utama di bulan Muharram. Nabi menganjurkan puasa di hari ini karena bisa menghapus dosa setahun yang lalu [HR. Muslim].
Para ulama seperti Imam Al-Ghazali dan ulama-ulama Nusantara kemudian menganjurkan untuk menggabungkan puasa Asyura dengan amalan lain: sedekah, memberi makan, dan memuliakan anak yatim. Karena pahala di hari mulia = dilipatgandakan.
3. Sejarah Tradisi Ini di Indonesia
Tradisi ini kuat banget di Indonesia karena gabungan 2 hal:
1. Ajaran Islam : Anjuran sedekah & sayang yatim.
2. Budaya Gotong Royong : Masyarakat kita suka kumpul, masak bareng. Makanya muncul tradisi bubur Asyura dan santunan masal di tanggal 10.
Tujuannya satu : Biar anak yatim ngerasain “dibahagiakan” minimal setahun sekali.
4. Apa Saja Bentuk Memuliakan Anak Yatim di 10 Muharram?
Nggak harus uang jutaan kak. Sunnahnya luas banget 👇
1. Santunan Materi → Uang tunai, sembako, alat sekolah, baju baru. Ini yang paling umum.
2. Mengusap Kepala → Nabi pernah melakukannya. Ini sunnah untuk menumbuhkan kasih sayang dan menghapus kesombongan hati.
3. Memberi Makan → Tradisi masak bubur Asyura, makan bersama. Mengenyangkan perut = mengenyangkan hati.
4. Memberi Waktu & Perhatian → Ngobrol, nanya cita-cita, ngajak main. Buat anak yatim, ini kadang lebih mahal dari uang.
5. Hukumnya Wajib atau Sunnah?
Jawabannya: Sunnah Muakkadah
Artinya sangat dianjurkan, tapi tidak berdosa jika tidak dilakukan. Tapi rugi besar kalau dilewatkan. Karena momentumnya pas: bulan haram + hari Asyura + sedekah yatim = 3 kali lipat peluang pahala.
Jadi, “Lebaran Anak Yatim” adalah momentum tahunan umat Islam untuk meneladani Rasulullah: mengasihi yang lemah
