Hukum Puasa pada hari Tasyrik

Hukum Puasa pada Hari Tasyrik
Haram. Puasa di hari Tasyrik tidak boleh, kecuali untuk jamaah haji yang _tamattu’_ atau _qiran_ dan tidak dapat menyembelih hadyu.
1. Apa itu Hari Tasyrik?
Hari Tasyrik = tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah. Yaitu 3 hari setelah Idul Adha.
Disebut “Tasyrik” karena dulu orang menjemur daging kurban di bawah matahari = _tasyriqul lahmi_.
2. Dalil larangannya
Hadis Nabi SAW
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَوْمِ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ وَقَالَ: إِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرٍ لِلَّهِ
_"Rasulullah melarang puasa pada hari-hari Tasyrik dan beliau bersabda: Sesungguhnya itu adalah hari makan, minum, dan dzikir kepada Allah"_ HR. Muslim no. 1141
Jadi hari Tasyrik itu “hari raya”-nya umat Islam. Haram puasa seperti haram puasa di 1 Syawal & 10 Dzulhijjah.
3. Satu-satunya pengecualian
Boleh puasa Tasyrik hanya untuk jamaah haji yang:
1. Ambil haji _tamattu’_ = umroh dulu baru haji
2. Atau haji _qiran_ = umroh + haji sekaligus
3. Tapi tidak mampu bayar dam/hadyu berupa kambing
Maka dia wajib puasa 10 hari: 3 hari saat haji + 7 hari setelah pulang. Nah 3 hari saat haji itu boleh diambil di hari Tasyrik.
Dalilnya QS. Al-Baqarah : 196
فَمَنْ لَمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ فِي الْحَجِّ
_"...Barangsiapa tidak menemukan binatang kurban, maka wajib puasa 3 hari dalam masa haji..."_
Ibnu Umar RA berkata: _"Tidak ada keringanan puasa hari Tasyrik kecuali bagi yang tidak dapat hadyu"_ HR. Bukhari
4. Kalau udah terlanjur niat puasa?
1. Puasa sunnah : Haram dilanjutkan. Wajib batalin. Nggak ada qadha.
2. Puasa qadha Ramadhan/nazar : Tetap haram. Batalkan & qadha di hari lain.
3. Nggak tau hukumnya : Dimaafkan, tapi jangan diulangi.
